PELANGGARAN MAKSIM TUTUR DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE

Authors

  • Eva Noor Azizah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat
  • Jumadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat
  • Zulkifli Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

ppelanggaran maksim tutur, faktor ppelanggaran maksim tutur, novel

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran maksim tutur, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relasi, dan maksim cara dalam novel Hujan karya Tere Liye dan faktor yang mempengaruhinya dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah dialog yang mengandung pelanggaran maksim tutur. Pengumpulan data menggunakan teknik catat. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 155 pelanggaran maksim tutur, yaitu pelanggaran maksim kuantitas 41 tuturan, pelanggaran maksim kualitas 28 tuturan, pelanggaran maksim relasi 46 tuturan, dan pelanggaran maksim cara 40 tuturan. Wujud pelanggaran maksim tutur ditandai adanya tuturan yang tidak sesuai dengan jawaban, tuturan yang tidak sesuai dengan bukti, tuturan yang tidak sesuai dengan topik, dan tuturan yang berbelit-belit. Faktor pelanggaran maksim tutur yang ditemukan berjumlah 11 faktor, yaitu faktor kesedihan, faktor kejelasan informasi, faktor antusias, faktor lingkungan, faktor kepanikan, faktor keraguan, faktor basa-basi, faktor menutupi informasi, faktor emosi, faktor penasaran, dan faktor tergesa-gesa.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2022-04-06

How to Cite

Noor Azizah, E., Jumadi, & Zulkifli. (2022). PELANGGARAN MAKSIM TUTUR DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE. LOCANA: RISET PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, 4(2). Retrieved from https://locana.id/index.php/JTAM/article/view/68

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>