STRUKTURALISME DALAM CERPEN “PENIPU YANG KEEMPAT” DAN “HARTA GANTUNGAN” KARYA AHMAD TOHARI

STRUCTURALISM IN THE STORY “PENIPU YANG KEEMPAT” AND “HARTA GANTUNGAN” BY AHMAD TOHARI

https://doi.org/10.20527/jl.v5i2.102

Authors

Keywords:

cerpen, strukturalisme, strukturalisme Robert Stanton

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra menggunakan strukturalisme menurut Robert Stanton dalam cerpen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra sebagai berikut. Pertama, tema pada cerpen Penipu yang Keempat, yaitu penipuan. Kedua, fakta-fakta cerita terdiri atas alur, karakter, dan latar. Alur yang ditemukan adalah alur campuran. Karakter tokoh “aku” merasa serba tahu, terlalu percaya diri, dan tidak ikhlas. Latar cerita yaitu, rumah halaman depan, kamar, dan pasar. Ketiga, sarana-sarana sastra meliputi judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi. Judul cerpen sesuai dengan isi jalan cerita yang mengisahkan tokoh “aku” sebagai penipu keempat. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama-utama. Gaya yang digunakan pengarang sederhana, lugas, dan tidak terlalu sulit dipahami dan tone pengarang memperlihatkan sikap sarkasme. Simbolisme yang ditemukan adalah simbol penipu. Ironi yang ditemukan ialah ironi dramatis.

This study aims to describe the theme, story facts, and literary means using structuralism according to Robert Stanton in short stories. This study used qualitative research methods. The results showed that the themes, story facts, and literary means were as follows. First, the theme in the fourth short story of the Fraudster, namely fraud. Second, the facts of the story consist of plot, characters, and setting. The grooves found are mixed grooves. The character “I” feels all knowing, too confident, and not sincere. The setting of the story is, the front yard house, the room, and the market. Third, literary tools include title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. The title of the short story is in accordance with the content of the storyline which tells the character “I” as the fourth con artist. The point of view used is first-person point of view. The style used by the author is simple, straightforward, and not too difficult to understand and the author’s tone shows an attitude of sarcasm. The symbolism found is that of a fraudster. The irony found is dramatic irony.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Published

08-12-2022

How to Cite

Indah Parwati, R., M. Rafiek, and S. Sabhan. “STRUKTURALISME DALAM CERPEN “PENIPU YANG KEEMPAT” DAN “HARTA GANTUNGAN” KARYA AHMAD TOHARI: STRUCTURALISM IN THE STORY “PENIPU YANG KEEMPAT” AND ‘HARTA GANTUNGAN’ BY AHMAD TOHARI”. LOCANA, vol. 5, no. 2, Dec. 2022, pp. 128-42, doi:10.20527/jl.v5i2.102.